Apa itu ISTIDRAJ …???


istidraj 2

 

MENGAPA BANYAK AHLI MAKSIAT YANG DIBERIKAN BERBAGAI KENIKMATAN HIDUP
OLEH ALLAH ?!?
Tersebutlah si Fulan, ia adalah seorang pejabat pemerintah dan pengusaha sukses. Punya perusahaan dimana-mana, istri cantik, rumah mewah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya.
Yang menjadi masalah, si Fulan ini terkenal bukan seorang yang shaleh. Tidak pernah mau sholat, gemar bermaksiat dan jauh dari Allah. Tapi, mengapa ia masih diberi berbagai kenikmatan dunia oleh Allah?
Sementara kita, yang selama ini berusaha taat, sekuat tenaga menjauhi maksiat, tapi hidupnya masih pas-pasan. What’s wrong? Apa ada yang salah?
Menjawab pertanyaan ini, Allah telah member penjelasan melalui Al-Qur’an dan Hadits ..
Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila kalian melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”
Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah : .. “Tatkala mereka melupakan
peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyo ng, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani
dalam Al-Kabir, no.913).
Setelah membaca hadits di atas, muncul pertanyaan baru. Apa itu istidraj?
Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan
selanjutnya.
Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan
adzabnya.
Allah berfirman: .. “Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsu r (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-
Qalam: 44)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa istidraj adalah semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya.
Sudah paham ya? Jika suatu saat kita melihat kenyataan bahwa di lingkungan kita ada seorang yang ahli maksiat tapi hidupnya masih penuh dengan kenikmatan duniawi, itu hanyalah istidraj dari Allah. Kita tidak perlu ikut-ikutan bermaksiat karena merasa ada orang-orang yang tidak
mendapat hukuman dari Allah.
Hukuman itu tetap ada, hanya ditunda oleh Allah, karena hamba-Nya tidak peka terhadap teguran-teguran kecil dari-Nya.
Na’udzubillahi min Dzalik!! …
Subhanallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: