Masih ajjah Pacaran…?? Hadeuuuhh…:D


1. Pacaran..? Naaah ini yang paling aneh.? Kenapa harus pacaran?
Apakah yang namanya cinta harus didahului dengan pacaran? Kalo jantan dan memang tujuannya untuk menikah (sebagai laki-laki) datangi orang tuanya, langsung bilang pada kedua orang tuanya.

Islam tak pernah mengajarkan pacaran, sebab dalam aktivitas ini banyak sekali mudharat yang ada. Ga usah dengerin kata-kata temen ga punya pacar ga gaul. Lebih baik dekat dengan Allah daripada dekat dengan pacar.

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.” (QS. Al-Israa ‘ : 36)

2. Aktivitas Pacaran Kalo yang gue tahu rada aneh juga sih. Kalo pacaran banyak “kewajiban” yang harus dilakukan., terus antar sana antar sini. Hahahaha,, pikir untuk apa bro? Dia belum ada ikatan apa-apa sama lo.

Dia sama dengan saudara-saudara sesama Muslim yang lain, buat apa melakukan hal-hal tidak berguna seperti itu. Kita sama sekali belum punya kewajiban karena dia bukan siapa-siapa kita.

Butuh perhatian? Rasanya perhatian orang tua dan sodara jauh lebih tulus dibanding pacar yang biasanya ada maunya.

3. Malam minggu..? Ada apa dengan Pocong? Eh salah itu mah judul film. Ada apa dengan malam minggu? Nah ini yang gue bikin heran. Tiap malam minggu pasti para jombloers (istilah yang ga punya pacar) mengeluh tentang kejombloannya. Sebenarnya apa sih yang istimewa dengan malam minggu.? Perasaan sama-sama aja deh dengan malam-malam lainnya. Entah tradisi dari mana, katanya sih malam minggu waktu yang pas buat jalan bareng pacar, jalan-jalan ke mall gituuuuh, karena esoknya libur jadi “dimanfaatkan” gitu.

Menurut gue daripada malam minggu hambur-hamburin uang, mendingan pake buat hal yang lebih bermanfaat gitu, mengaji kek atau memperdalam agama. Atau mungkin piket malem di vivanews.com (eh itu mah gue, halah). That’s better I think.

4. Putus – jomblo, Nah ini yang paling aneh. Abis pacaran kalo udah ga cocok ada istilah yang namanya “putus”. Kalo setahu gue yang namanya putus itu kabel telepon putus, atau layangan putus. Pacaran kok putus? Seperti udah ada ikatan aja. Padahal dari yang namanya pacaran itu kan hubungan tanpa ikatan, kalo ga diiket mana mungkin putus,? Bener ga guys..?

Kalo udah putus ada yang namanya jomblo. Coba buka KTP mu sodara-sodara? Apakah di sana ada yang tertulis jomblo.? Setau gue yang ada cuma dua, menikah dan belum menikah. Itulah status resmi, ga ada yang namanya jomblo.

5. Galau Ini juga ga ngerti gue, siapa yang populerin istilah ini. Katanya galau itu sedang mikirin sesuatu yang ga jelas, sampai ga enak ngapa-ngapain. Hampir 90 persen galau gara-gara malam minggu pingin jalan dan ga punya pacar. Let’s think about this.

Pernahkah kita galau karena :

A. Merasa jauh dengan ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala..?
Merasa berdosa karena melakukan banyak perbuatan maksiat, salah satunya pacaran?

B. Melihat teman-teman sebaya banyak yang meninggal, seakan diperingatkan dan takut belum punya cukup amal untuk menghadap-Nya?

C. Pingin banget shalat tahajud, tapi ga bangun-bangun? (kalo ga ada yg ngapel maming aja galau, mikiiiiir dong woooyy)

D. Kesiangan bangun jadi ga shalat subuh? (boro-boro shalat dzuhur kelewat aja masih bisa ketawa-ketawa)

E. Merasa hari demi hari tidak berguna karena lebih banyak maksiyat di antaranya “pacaran” dibandingkan amalan.?

F. Pingin shaum, tapi sahur susah banget bangun?

6. Kalo ga pacaran gimana bisa punya jodoh? Menurut gue, kalo usia lo masih ingusan, hidup masih dibiayai orang tua, kuliah ga lulus-lulus, lebih baik stop mikirin pacar! Lebih baik persiapkan diri, baik amalan yang diperbanyak ataupun ilmu dan masa depan pikirkan.

Pacaran bisa membuang banyak waktu lo, banyak dosa pula. Kalo suka sama lawan jenis, belum mampu menikah simpan dalam hati dan perbanyaklah berpuasa.

“Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu menikah, hendaklah menikah karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa karena puasa merupakan perisai baginya” (HR. Bukhori dan Muslim)

Setau gue, kalo pas pacaran biasanya ada maunya. Pingin dibayarin makan, pingin ada
yang perhatiin, pingin ada yang nanya udah mandi belom, udah berak belum, dsb.

Tapi begitu sudah didapet semuanya, udah deh ga dipake lagi. Kita sendiri pasti dong pingin dapet istri/suami yang baik. Jadi ngapain ngurusin yang namanya Pacaran di malam Minggu..

Ingat sahabatku semua : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (Q.S. AN-NUR 26)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: