MADZHAB SYAFI’I?????? KASIAANN….!!! !!!!! ===============


Imam Syafi’i adalah seorang Imam Mujtahid besar selain tiga Imam lainnya, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Banyak sekali karya besar Imam Syafi’i yg sampai sekarang masih menjadi rujukan bagi para pengikutnya. Salah satu karya beliau yg fenomenal adalah kitab Al-Umm, yg isinya mengenai pemecahan bagaimana mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di Indonesia, umumnya umat Islam adalah penganut madzhab Imam Syafi’i, yg konsekuensinya tentu harus mengikuti tuntunam beliau, baik yg tercantum dalam Al-Umm, Ar-Risalah, Tafsir Imam Syafi’i, dan lain-lain. Kitab-kitab tersebut — dapat dikatakan, sebagai pengganti pribadi Imam Syafi’i untuk diikuti dan dirujuk fatwanya. Secara keseluruhan, apa yg diutarakan Imam Syafi’i dalam Al- Umm adalah seperti yg dikehendaki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, walaupun beliau sendiri mengakui bahwa fatwanya tidaklah 100% pasti akan sesuai dengan Sunnah, sebagaimana pengakuan beliau, “Bila perkataanku tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, maka lemparkanlah ke dinding, dan kembalilah kalian pada Al-Qur’an dan Sunnah”. Namun saat ini, banyak orang yg mengaku bermadzhab Imam Syafi’i, tetapi dalam amalan banyak yg menyimpang dan tidak sejalan dengan apa yg telah beliau uraikan dengan sangat baik dalam Al-Umm. Ada beberapa contoh yg dapat diangkat dari kitab tersebut, yakni: 1. Imam Syafi’i tidak menyukai berkumpul-kumpu l di rumah kematian, meskipun disana tidak ada niyahah (Al-Umm, jilid II:223). 2. Imam Syafi’i menyukai tetangga/ kerabat membuatkan makanan utk ahlul musibah (bukan ikut makan-makan) karena hal ini dianggap sunnah (Al-Umm jilid II:220). 3. Imam Syafi’i tidak membenarkan adanya hadiah pahala kepada mayit (qaul jadidnya). (Al-Umm juz 7:269). Dengan kata lain, tahlilan bukan dari madzhab Syafi’i. Hal ini juga diperkuat oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Imam Ibnu Katsir, jilid IV:335). 4. Imam Syafi’i membenarkan adzan shalat Jumat hanya 1 kali (meskipun ada pendapat yg menyatakan 2 kali dgn menisbatkannya pd masa kekhilafahan Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu). (Al-Umm, jilid II:16). 5. Imam Syafi’i menganjurkan adzan pertama (fajar kadzib) sebelum masuk adzan waktu shalat Shubuh (fajar shadiq). (Al- Umm, jilid I:198). 6. Imam Syafi’i menyukai doa iftitah: “wajjahtu wajhiya lilladzi…”, tanpa diawali dgn kalimat “Allahu akbar kabira…” (Al-Umm, jilid I:250-252). 7. Imam Syafi’i pada tasyahud menyukai membaca shalawat tanpa kata “sayyidina” Muhammad atau “sayyidina” Ibrahim (Al-Umm, jilid I:280-281). 8. Imam Syafi’i menyukai wudhu’ dengan menyapu kepala di atas rambut lalu meneruskannya ke belakang sampai kuduk kemudian dikembalikan lagi sapuan itu ke depan (tempatnya semula). (Al- Umm, jilid I:74). Nah, jika kita memang benar sebagai pengikut madzhab Imam Syafi’i, sudahkah kita menjadi pengikutnya yg benar? Bercerminlah dari beberapa fatwa beliau seperti yg saya sebutkan di atas, apakah kita sudah.mematuhin ya? Mari kita jawab dengan kejujuran hati dan kebersihan akal. Wallahu a’lam bish-shawwab MADZHAB SYAFI’I?????? KASIAANN….!!! !!!!! =============== ============= Imam Syafi’i adalah seorang Imam Mujtahid besar selain tiga Imam lainnya, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Banyak sekali karya besar Imam Syafi’i yg sampai sekarang masih menjadi rujukan bagi para pengikutnya. Salah satu karya beliau yg fenomenal adalah kitab Al-Umm, yg isinya mengenai pemecahan bagaimana mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di Indonesia, umumnya umat Islam adalah penganut madzhab Imam Syafi’i, yg konsekuensinya tentu harus mengikuti tuntunam beliau, baik yg tercantum dalam Al-Umm, Ar-Risalah, Tafsir Imam Syafi’i, dan lain-lain. Kitab-kitab tersebut — dapat dikatakan, sebagai pengganti pribadi Imam Syafi’i untuk diikuti dan dirujuk fatwanya. Secara keseluruhan, apa yg diutarakan Imam Syafi’i dalam Al- Umm adalah seperti yg dikehendaki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, walaupun beliau sendiri mengakui bahwa fatwanya tidaklah 100% pasti akan sesuai dengan Sunnah, sebagaimana pengakuan beliau, “Bila perkataanku tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, maka lemparkanlah ke dinding, dan kembalilah kalian pada Al-Qur’an dan Sunnah”. Namun saat ini, banyak orang yg mengaku bermadzhab Imam Syafi’i, tetapi dalam amalan banyak yg menyimpang dan tidak sejalan dengan apa yg telah beliau uraikan dengan sangat baik dalam Al-Umm. Ada beberapa contoh yg dapat diangkat dari kitab tersebut, yakni: 1. Imam Syafi’i tidak menyukai berkumpul-kumpu l di rumah kematian, meskipun disana tidak ada niyahah (Al-Umm, jilid II:223). 2. Imam Syafi’i menyukai tetangga/ kerabat membuatkan makanan utk ahlul musibah (bukan ikut makan-makan) karena hal ini dianggap sunnah (Al-Umm jilid II:220). 3. Imam Syafi’i tidak membenarkan adanya hadiah pahala kepada mayit (qaul jadidnya). (Al-Umm juz 7:269). Dengan kata lain, tahlilan bukan dari madzhab Syafi’i. Hal ini juga diperkuat oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Imam Ibnu Katsir, jilid IV:335). 4. Imam Syafi’i membenarkan adzan shalat Jumat hanya 1 kali (meskipun ada pendapat yg menyatakan 2 kali dgn menisbatkannya pd masa kekhilafahan Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu). (Al-Umm, jilid II:16). 5. Imam Syafi’i menganjurkan adzan pertama (fajar kadzib) sebelum masuk adzan waktu shalat Shubuh (fajar shadiq). (Al- Umm, jilid I:198). 6. Imam Syafi’i menyukai doa iftitah: “wajjahtu wajhiya lilladzi…”, tanpa diawali dgn kalimat “Allahu akbar kabira…” (Al-Umm, jilid I:250-252). 7. Imam Syafi’i pada tasyahud menyukai membaca shalawat tanpa kata “sayyidina” Muhammad atau “sayyidina” Ibrahim (Al-Umm, jilid I:280-281). 8. Imam Syafi’i menyukai wudhu’ dengan menyapu kepala di atas rambut lalu meneruskannya ke belakang sampai kuduk kemudian dikembalikan lagi sapuan itu ke depan (tempatnya semula). (Al- Umm, jilid I:74). Nah, jika kita memang benar sebagai pengikut madzhab Imam Syafi’i, sudahkah kita menjadi pengikutnya yg benar? Bercerminlah dari beberapa fatwa beliau seperti yg saya sebutkan di atas, apakah kita sudah.mematuhin ya? Mari kita jawab dengan kejujuran hati dan kebersihan akal. Wallahu a’lam bish-shawwab

2 Responses to MADZHAB SYAFI’I?????? KASIAANN….!!! !!!!! ===============

  1. ben mengatakan:

    kaji kitab lain, jangan hanya al-umm saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: